Difabel Menembus Batas Mendaki Gunung Latimojong

ekspedisi-difabel_konferensi-pers-2

Makassar, 28 Oktober 2016

MENDAKI GUNUNG dan menikmati petualangan alam adalah dunia orang-orang muda. Dunia orang-orang yang menyukai tantangan dan menikmati kemenangan setelah menaklukkan kelemahan diri sendiri. Memang, bukanlah menaklukkan alam itu yang disebut kemenangan, namun menaklukkan diri sendiri, melawan rasa lelah dan ingin menyerah menghadapi tantangan selama perjalanan itulah sesungguhnya kemenangan dalam pendakian gunung atau melintasi alam-alam tanpa hiruk pikuk manusia.

Continue reading “Difabel Menembus Batas Mendaki Gunung Latimojong”

Penyandang Disabilitas adalah LABEL!

Oleh Ishak Salim

infographic-disabled-people-some-history-and-politicsSiapakah sesungguhnya yang memiliki kuasa melabeli seseorang dengan embel-embel istilah dan semacamnya? Apakah tujuan dari pelabelan itu? Bagaimana respon dari orang-orang yang dilabeli? Dan bagaimana pula dampak dari pelabelan itu?

Continue reading “Penyandang Disabilitas adalah LABEL!”

Jangan Pakai kata DIFABEL Jika Anda di Makassar!

Oleh Ishak Salim2015-09-05-06-22-43

SEORANG AKTIVIS PENYANDANG DISABILITAS yang sudah sepuh dan saya hormati bertanya kepada saya soal mengapa judul proposal disertasi saya memakai kata difabel ketimbang ‘penyandang disabilitas’. Judul itu adalah “Politik Pencacatan di Indonesia: Praktik Governmentality dalam Kebijakan dan Program Perlindungan Sosial difabel”. Pertanyaan itu ia ajukan saat kami chating di fesbuk tadi malam.

Continue reading “Jangan Pakai kata DIFABEL Jika Anda di Makassar!”

Mengapa kami melakukan Ekspedisi Difabel?

gunung-latimojong-1
Puncak Rante Mario, Gunung Latimojong

PENYANDANG DISABILITAS ATAU DENGAN KATA yang lebih terhormat ‘difabel’ adalah warga dengan perbedaan kemampuan.

Difabel adalah singkatan dari istilah berbahasa Inggris, yakni Differently able atau berkemampuan berbeda. Difabel bukanlah penderita atau penyandang cacat yang dalam pengertiannya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang rusak, orang tidak mampu, orang merugi (tuna) dan orang sakit.

Continue reading “Mengapa kami melakukan Ekspedisi Difabel?”