Mimpi-Mimpi Aksesibilitas Di Makassar

Oleh Ishak Salim

disability-dreams

Saya punya sekian mimpi yang ingin saya wujudkan. Tetapi mimpi-mimpi ini sepertinya cukup banyak. Saya tentu saja kesulitan untuk mewujudkan semuanya. Bahkan jika pun ada beberapa kerabat atau kawan-kawan baik bersedia membantu, pastilah hal itu tidak akan terwujudkan seluruhnya dalam beberapa tahun ke depan.

Apa mimpi-mimpi itu? Mimpi-mimpi ini semuanya terkait soal aksesibilitas difabel di Kota Makassar ini.

Continue reading “Mimpi-Mimpi Aksesibilitas Di Makassar”

Partisipasi Pemilih Difabel pada Pilkada Kab. Takalar Tinggi atau Rendah?

RILIS PERDIK SULSEL

Partisipasi Difabel di Pilkada Takalar Masih Kurang, Ini Penyebabnya

MAKASSAR – Tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Takalar 2017 belum maksimal. Hal ini juga terjadi pada partisipasi difabel di Kabupaten ini.

img_9537

Daftar Pemilih Tetap (DPT) 209.833 pemilih, namun 175.283 pemilih yang menggunakan hak pilihnya atau sekitar 83,5 persen. Sementara ada 174.954, total suara sah dan tidak sah sebesar 1.211 suara.
Continue reading “Partisipasi Pemilih Difabel pada Pilkada Kab. Takalar Tinggi atau Rendah?”

Pengurus PERDIK dan KPUD Takalar Serah Terima Alat Bantu Mencoblos bagi Pemilih Difabel Netra

Takalar, Jumat, 11 Februari 2017

KEMARIN, JUMAT 11 Februari 2017, Direktur PERDIK dan sejumlah pengurusnya mendatangi Kantor KPUD Takalar. Hari ini adalah serah terima Alat Bantu Mencoblos bagi pemilih difabel netra yang akan digunakan di 351 TPS di Kabupaten Takalar.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Menurut Abd. Rahman, pelaksanaan pemilu akses bagi difabel di Takalar sudah didiskusikan beberapa kali bersama komisioner dan staf KPUD Takalar. Hasil diskusi itu menunjukkan adanya perubahan mendasar. Salah satunya adalah pembuatan alat bantu mencoblos.

Continue reading “Pengurus PERDIK dan KPUD Takalar Serah Terima Alat Bantu Mencoblos bagi Pemilih Difabel Netra”

Bagaimana Alat Bantu Mencoblos Bagi Difabel Netra disiapkan KPUD?

Mencoblos atau menggunakan hak pilih adalah hak bagi setiap warga negara yang telah berusia 17 tahun atau telah menikah.

Bagi Difabel Netra, kemudahan mencoblos dalam Pemilu yang bersandar kepada “budaya awas” atau para kaum yang melihat tidak akan terjadi. Bagi mereka yang matanya melihat akan mudah mencoblos dengan desain kertas suara seperti yang biasa Anda atau kalian coblos. Mata kalian bisa dengan mudah menangkap dan mengenali warna, membaca kalimat dan mengenali tanda semisal kotak atau lingkaran di mana pemilih harus mencentrang atau mencoblos.

Continue reading “Bagaimana Alat Bantu Mencoblos Bagi Difabel Netra disiapkan KPUD?”

RESUME DISKUSI AJI KOTA MAKASSAR – PERDIK SULSEL: Dari Soal Peristilahan Difabel – Disabilitas sampai Cita-cita Membangun Masyarakat Inklusi

DISKUSI BERTEMAKAN “Difabel dalam Bingkai Media Massa” di Rumah Independen dipenuhi peminat dari berbagai kalangan. Seluruh kursi seluruhnya terisi. Beberapa peserta bahkan memilih duduk di jok-jok motor yang diparkir di halaman waroeng kopi yang dikelola oleh Aliansi Jurnalis Independen Kota Makassar.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Haji Ibrahim Saleh, mantan kepala dinas Sosial kota Makassar, kini sekretaris Kota Makassar hadir sebagai salah satu pembicara. Kedatangannya tepat waktu pada pukul 14.00 membuat diskusi ini dilaksankan tepat waktu.

Continue reading “RESUME DISKUSI AJI KOTA MAKASSAR – PERDIK SULSEL: Dari Soal Peristilahan Difabel – Disabilitas sampai Cita-cita Membangun Masyarakat Inklusi”

Kerentanan DIFABEL berhadapan dengan Hukum & Upaya Pendampingan TIM ADVOKASI HUKUM

difabel-berhadapan-dengan-hukum

Oleh Ishak Salim (Ketua PERDIK)

TAK SAMPAI DUA BULAN terakhir ada dua kabar buruk diberitakan oleh Media Massa terkait difabel. Pertama adalah upaya pelecehan seksual kepada difabel komunikasi (bisu-tuli) oleh seorang pria separuh baya di Pasar Terong, Makassar dan pemerkosaan oleh seorang kepala SLB di Kab. Soppeng terhadap siswinya difabel mental-intelektual.

Continue reading “Kerentanan DIFABEL berhadapan dengan Hukum & Upaya Pendampingan TIM ADVOKASI HUKUM”