DIFABEL Harus Belajar di Sekolah Umum, Titik!

Seorang kawan, aktivis atau paralegal difabel, Purwanti alias mbak Ipung pernah berujar, “Difabel seharusnya belajar di sekolah umum agar pertumbuhan mentalnya berkembang baik. Tetapi, jika negara masih terus mengijinkan berdirinya Sekolah Luar Biasa, maka pamor sekolah umum di mata orang tua dari anak difabel akan selalu dikalahkan oleh SLB dan mereka akan lebih memilih menyekolahkan anaknya di SLB. Begitupun negara yang terus mengucurkan dana bantuan ke SLB dan bukan ke sekolah umum akan membuat perkembangan sekolah umum menjadi sekolah inklusi menjadi terhambat!”

Sudah banyak kritik dilontarkan oleh aktivis difabel dan keluarga difabel terkait SLB. Salah satu misalnya, SLB—termasuk dalam hal ini Panti rehabilitasi dan sejenisnya—melanggengkan praktik ekslusi difabel dalam pendidikan—dan dunia kerja. Anak difabel yang sekolah di SLB akan mengalami hambatan dalam bersosialisasi dengan keberagaman warga negara dan sebaliknya warga negara pada umumnya terhambat untuk memahami lebih jauh difabel dengan segala keberagamannya. Ketiadaan interaksi intesif ini menimbulkan ketidaktahuan atau kesalahpahaman berkepanjangan dari banyak orang mulai di tingkat rumah tangga sampai di kantor kepresidenan sehingga difabel mengalami hambatan demi hambatan dalam menjalani hidupnya.

WhatsApp Image 2017-03-29 at 17.50.31

Continue reading “DIFABEL Harus Belajar di Sekolah Umum, Titik!”

Difabel Kuliah di Perguruan Tinggi, bisa?

Dapatkah Difabel kuliah di perguruan tinggi?
Untuk menjawabnya tak semudah dengan sekadar menjawab ‘dapat’ atau ‘tidak dapat’. Kalau dapat, bagaimana caranya? kalau tidak dapat, mengapa?

Dengan terpaksa, kita harus memulainya dengan melakukan serangkaian diskusi di sejumlah tempat dan beragam orang berdasarkan kapasitasnya masing-masing.

17632239_1549490345063448_2650622959075959719_o

Continue reading “Difabel Kuliah di Perguruan Tinggi, bisa?”

Kekerasan Seksual Anak-Gadis Difabel dan Sejumlah Kekhawatiran yang Harus Terjawab!

Ishak Salim*

sexual abused

PROVINSI SULAWESI SELATAN harus masuk sebagai daerah darurat pemerkosaan terhadap anak dan perempuan difabel. Bayangkan, tak sampai 3 bulan terakhir ada 3 kasus pelecehan seksual terhadap perempuan difabel di Sulawesi Selatan, yakni Makassar, Soppeng dan Bulukumba mencuat di media. Tidak menutup kemungkinan, ada banyak kejadian serupa luput dari liputan media. Bahkan saat Anda membaca tulisan ini, juga tak menutup kemungkinan pelecehan seksual bagi difabel sedang terjadi.

Continue reading “Kekerasan Seksual Anak-Gadis Difabel dan Sejumlah Kekhawatiran yang Harus Terjawab!”

Obrolan dengan Lukas dan Kerstin soal Fisio-Terapi Bagi Difabel Kinetik

WhatsApp Image 2017-03-22 at 16.48.50
Kerstin, kawan di Makassar yang pernah bekerja untuk Penderita Kusta memperkenalkan seorang kawannya dari Amsterdaam, Lukas. Dia seorang Fisioterapis. Saat ini sedang bertugas di Tana Toraja, pada salah satu program berkaitan dengan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM). Dia punya pengalaman panjang terkait bekerja di ranah rumah tangga khusus isu disabilitas. Saat bertemu Kerstin, saya, Rahman gusdur (direktur PerDIK) dan Erwin meminta Kerstin agar menghubungi Lukas untuk bertemu di Perdik. Tadi Kerstin mengabari bahwa Hari Rabu ini, Sore, Lukas akan hadir.

Sore ini, Lukas dan Kerstin tiba di PerDIK dan kami pun mengobrol.

Continue reading “Obrolan dengan Lukas dan Kerstin soal Fisio-Terapi Bagi Difabel Kinetik”

bibli@bilitas: Perpustakaan yang diperuntukkan menjadi Arsip Disabilitas Indonesia.

bibliabilitas

Ingat petikan tulisan terkait Mimpi mendirikan Perpustakaan Difabilitas di Makassar?

Coba baca lagi tulisan ini di http://revi.us/mimpi-untuk-difabel/ atau di https://ekspedisidifabel.wordpress.com/2017/02/27/mimpi-mimpi-aksesibilitas-di-makassar/

 

Intinya, saat ini, kami memberanikan diri mengajak teman-teman berkunjung membaca di Perpustakaan PerDIK “BibliAbilitas”. Tempatnya masih sederhana, koleksinya masih terbatas, belum punya katalog dan pustakawan, tetapi kalau mau membaca beberapa buku ‘kajian-disabilitas’ sambil ngopi Toraja-Arabica, datanglah!

Continue reading “bibli@bilitas: Perpustakaan yang diperuntukkan menjadi Arsip Disabilitas Indonesia.”

PerDIK dan Universitas Teknologi Sulawesi Bekerjasama Untuk Mendirikan Pusat Kajian Difabel dan Layanan Aksesibiltas

Makassar, 13 Maret 2017

WhatsApp Image 2017-03-13 at 16.20.50

Hari ini, Badan Pengurus Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) dan pihak Rektorat Universitas Teknologi Sulawesi (UTS) bertemu untuk membahas pentingnya Pendidikan Inklusi di tingkat Perguruan Tinggi. Pertemuan hari ini merupakan puncak dari sejumlah pertemuan sebelumnya untuk menjajaki sebuah kerjasama jangka panjang.

“Hari ini adalah penandatanganan MOU antara PerDIK dan UTS,” ujar Abd. Rahman, direktur PerDIK sesaat setelah penandatanganan MOU antara PerDIK dan UTS.

Continue reading “PerDIK dan Universitas Teknologi Sulawesi Bekerjasama Untuk Mendirikan Pusat Kajian Difabel dan Layanan Aksesibiltas”

PerDIK dan KPUD Kota Makassar Menjajaki Kerjasama Pembenahan Data Pemilih Difabel

Press release PerDIK. Makassar, 10 maret 2017

17201433_1852981041641005_824973842903824849_n

Merespon tawaran salah satu komisioner KPU kota makassar, PerDIK melakukan diskusi internal terkait pemilu dan hal difabilitas. Banyak isu yang di diskusikan dengan tema besar terkait bagaimana menempatkan difabel sebagai “subjek politik” yang bermartabat. Intinya, difabel adalah pelaku aktif politik yang memiliki hak politik sebagai warga negara dan bukan hanya objek politik pasif dan tereksklusi dari isu dan agenda-agenda politik. Poinnya, isu difabel harus menjadi isu arus utama dengan berbasis hak dan kesetaraan.

Terkait dengan isu kepemiluan, setidaknya ada beberapa point yang menjadi titik berat atas proses pencapaian martabat difabel dalam politik, yakni:

 

Continue reading “PerDIK dan KPUD Kota Makassar Menjajaki Kerjasama Pembenahan Data Pemilih Difabel”