Kisah Seorang Bidan Melawan Stigma

Oleh Agung Prabowo (Peneliti INSIST)

cerebral-palsy-walker

TIDAK BANYAK ORANG TUA SEPERTI ibu Triana. Dia bersemangat menceritakan pengalamannya membesarkan Fafa, buah hatinya yang lahir lima tahun silam. Di tengah kesibukannya sebagai bidan di Desa Proppo, perhatian senantiasa tercurah ke anak laki-lakinya itu. Tidak jarang, ketika suaminya harus dinas di jam yang sama dengan jam kerjanya, anak mereka ikut serta. Saat bertemu dengannya, Aku sedang melakukan sebuah penelitian bertemakan ‘kesehatan’. Ia adalah salah satu informan kunci dalam penelitian ini. Entah karena penasaran atau sekadar basa-basi, aku meminta kepadanya untuk memperkenalkan anaknya.

Continue reading “Kisah Seorang Bidan Melawan Stigma”

Difabel Menolak PP “Sapu Jagat”

20170725_095639.jpg

PEMERINTAH MEMUTUSKAN UNTUK MENGGABUNGKAN 15 ketentuan pembentukan PP yang diamanatkan untuk Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas (UU Penyandang Disabilitas) menjadi 1 PP saja (PP “sapu jagat”). Keputusan itu untuk pertama kalinya disampaikan kepada publik dalam kegiatan Konsultasi Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan, di Yogyakarta, 25-28 Juli 2017. Namun begitu, masyarakat penyandang disabilitas (atau difabel, red) yang berasal dari berbagai organisasi penyandang disabilitas dan organisasi lain yang aktif melakukan advokasi dalam isu difabilitas menyatakan penolakannya.

Continue reading “Difabel Menolak PP “Sapu Jagat””

Hikayat Seorang Pembaca Al Quran-Braille Pertama di Indonesia

Nur Syarif Ramadhan

Darma Pakilaran, sepertinya, tak banyak generasi  ‘milenial’ difabel Netra di Makassar yang familiar dengan nama itu. Apalagi bagi mereka yang baru menjadi warga binaan YAPTI (Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia) medio 2007 – sekarang. Ah, kita memang tak pernah diajar merawat kenangan, terlebih buat orang-orang yang amat penting untuk dikenang. Mungkin begitulah memang bangsa kita, tak terlalu pandai ‘menghargai’, orang-orang sepuh yang di masa mudanya gigih dan gagah berjuang, menginisiasi sesuatu yang teramat berharga bagi kemaslahatan orang banyak.

darma pakilaran

Continue reading “Hikayat Seorang Pembaca Al Quran-Braille Pertama di Indonesia”

Difabel, Kaum Ableist dan Perundungan Dalam Kampus

Ishak Salim

KALAU MENDENGAR KATA RUNDUNG ATAU PERUNDUNGAN, barangkali belum banyak orang memahami artinya. Tapi kalau disebutkan kata bullying, maka sudah dipastikan banyak orang bisa memahami maknanya. Ya, bullying atau perundungan itu artinya perlakuan yang mengganggu, mengusik terus-menerus dan juga menyusahkan.

bullyingPagi ini (16 Juli 2017) beredar video soal perundungan terhadap seorang mahasiswa autisme oleh sejumlah mahasiswa lainnya di Universitas Gunadarma, Depok. Dalam video yang diberi judul ‘L[e]mparan Tong Sampah Maut’ dan beredar luas di dunia maya itu tampak korban perundungan merasa kesal kepada dua mahasiswa yang mengganggu langkahnya dengan cara menarik tas punggungnya. Sejumlah mahasiswa/i turut menyoraki kedua mahasiswa yang merisak difabel itu. Video ini kemudian mendapat respon dari berbagai pihak yang nyaris seluruhnya berisi kemarahan atau caci maki kepada mahasiswa yang melakukan perundungan.

Continue reading “Difabel, Kaum Ableist dan Perundungan Dalam Kampus”

Catatan Ringan Seorang Relawan Penerjemah Bahasa Isyarat

Andi muhammad mardhatilla

DI SUATU SIANG, TEMAN-TEMAN TULI dari GERKATIN Makassar (Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) beserta sejumlah volunteer UNDEAFEATED sedang saling berbagi pengetahuan seputar Bahasa Isyarat Indonesia dan kata-kata [isyarat] dalam Bahasa Indonesia. Berikut saya hendak berbagi obrolan tersebut melalui catatan ringan berikut ini.

Mungkin beberapa teman sudah mengetahui bahwa di Indonesia terdapat dua bahasa Isyarat yang digunakan teman Tuli: SIBI dan BISINDO. SIBI adalah Sistem Isyarat Bahasa Indonesia, sementara BISINDO merupakan singkatan dari Bahasa Isyarat Indonesia. Mari kita tengok sepintas sejarah perjalanan kedua jenis bahasa isyarat ini.

Continue reading “Catatan Ringan Seorang Relawan Penerjemah Bahasa Isyarat”

Difabel dan Stigma Kecacatan

Oleh Ishak Salim

BANYAK DI ANTARA KITA yang pernah mendengar kata ‘stigma’. Jika dikaitkan dengan isu disabilitas, maka kata stigma seringkali disematkan kepada difabel. Apa sebenarnya makna dari stigma? Untuk mengetahuinya, marilah kita membayangkan suatu kisah yang dihadapi oleh salah satu keluarga di suatu kampung, sebutlah di Sulawesi Selatan.

Chronic-Disease-Disability-and-Weight-Stigma-335x251

Di dalam sebuah keluarga kecil, seorang ibu baru memeriksakan mata anaknya di sebuah rumah sakit mata. Setelah pemeriksaan, dokter spesialis mata ini memberitahukan dengan sangat hati-hati kabar buruk mengenai mata anaknya. Sebuah virus berbahaya, cytomegalovirus (CMV) telah menyerang mata anak lelaki yang baru berusia 5 tahun ini. Kebutaan menjadi ancaman yang nyaris akan terjadi simpul dokter tadi.

Continue reading “Difabel dan Stigma Kecacatan”

Ketika Rabaan Pertama Membuatku Jatuh Cinta

Catatan Nur Syarif Ramadhan Dari MIWF 2017 (bagian 2 dari 2 tulisan, bagian 1)

miwf 2017

KIRA-KIRA SAAT SAYA MASIH DUDUK di bangku SMA (⁠⁠⁠2009-2012), saya akrab dengan novel-novel karangan Esti Kinasih. Saya masih ingat, setiap pulang sekolah, saya akan menjadi penghuni setia perpustakaan asrama hanya untuk mendengar digital talking book novel triologi Matahari Senja. Saat itu, untuk membaca novel bagi difabel netra di Makassar, khususnya yang menjadi binaan YAPTI—di mana saya tinggal di asramanya, dimanjakan dengan kiriman ‘buku bicara’ dari Yayasan Mitra-Netra Jakarta.

Continue reading “Ketika Rabaan Pertama Membuatku Jatuh Cinta”