MEMBACA DATA DISABILITAS INDONESIA MELALUI SUPAS 2015: ‘Penyandang Disabilitas’ atau ‘Orang Dengan Beragam Kesulitan’?  

Terdapat 8,56 persen penduduk yang memiliki disabilitas di Indonesia.

(SUPAS, 2015)

SEBAGIAN KITA TENTU senang ketika BPS mulai mengambil inisiatif memperbaiki data disabilitas Indonesia yang selama ini banyak dikritik. Pada 2015 yang lalu, BPS telah menguji coba instrumen pendataan disabilitas yang diadopsi dari Washington Group for Disability Statistic.

Instrumen ini secara global dianggap sebagai instrumen yang terbaik dan terlengkap jika ingin menangkap fakta-fakta disabilitas, bukan sekadar kondisi tubuh seseorang. Instrumen ini mengacu kepada ICF (International Classification of Functioning, for Disability and Health) yang juga sudah diadopsi oleh nyaris seluruh negara-negara anggota PBB. Bahkan, untuk memastikan instrumen ini bisa dijadikan pengukuran dengan hasil yang bisa diperbandingan dengan data disabilitas dari negara lain, Washington Group MELARANG setiap negara—setiap BPS, untuk mengubah apapun!

Continue reading “MEMBACA DATA DISABILITAS INDONESIA MELALUI SUPAS 2015: ‘Penyandang Disabilitas’ atau ‘Orang Dengan Beragam Kesulitan’?  “

Islandia dan Upaya Menjadi Negara Tanpa Kelahiran Anak-Anak Down Syndrome

Dengan meningkatnya jumlah tes skrining prenatal (pra-lahir) di seluruh Eropa dan Amerika Serikat, jumlah bayi yang lahir dengan Down Syndrome (atau Sindroma Down dalam bahasa Indonesia) mengalami penurunan yang signifikan, namun hanya sedikit negara seperti Islandia yang mendekati penurunan angka kelahiran anak dengan Sindroma Down (SDw) sebanyak 100%.
Continue reading “Islandia dan Upaya Menjadi Negara Tanpa Kelahiran Anak-Anak Down Syndrome”

Diskusi Disabilitas Dari Dua Dinding Facebook

Salam, berikut saya posting diskusi disabilitas dari dua dinding facebook, yakni dinding Fauzan Mukrim dan Ishak Salim. Atas semua komentarnya, PerDIK mengucapkan banyak terima kasih. Semoga kita dapat saling belajar dan bertindak lebih baik untuk kemanusiaan.

Bagi yang ingin membaca dalam format PDF silakan donload di sini

1

[DARI DINDING FAUZAN MUKRIM]

Fauzan Mukrim shared your post.

February 13 at 6:35am ·

Telaah kritis atas Windi dari Kak Ishak Salim,
Ketua Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK).

Sejujurnya, saya juga tak menyangka tulisan ttg Windi itu akan berdampak sedemikian. Saat menulis itu, yang saya pikirkan adalah bagaimana Windi tetap bisa menggambar dan mengembangkan bakatnya. Tak terpikirkan sama sekali untuk menjadikan dia objek “tontonan kaum Ableist”.

Meski demikian, saya minta maaf jika dianggap telah menyeret Windi ke bawah spotlight yang mungkin menyakiti matanya. 🙏🙏

Tak ada maksud juga untuk memperpanjang stigmatisasi. Perspektif saya soal disabilitas sejauh ini masih mengacu pada Aristoteles. Sebagaimana guru peradaban itu pada suatu pagi mengkhotbahi murid-muridnya:

“Tak ada yang bercacat selain pikiran, Anakku. Hanya dia yang jahat yang boleh disebut cacat.”

Continue reading “Diskusi Disabilitas Dari Dua Dinding Facebook”

Kontroversi Pemasangan Alat Kontrasepsi Bagi Difabel Tanpa Persetujuan Bersangkutan

Oleh Nur Syarif Ramadhan

BEBERAPA WAKTU YANG LALU, Koalisi Masyarakat Penyandang Disabilitas Indonesia mengeluarkan siaran pers menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), yang saat ini masuk sebagai prioritas dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2018.

Dalam Pasal 104 Draft RUU PKS per tanggal 23 Oktober 2017 versi DPR tertulis:

“Dalam hal pemasangan kontrasepsi terhadap orang dengan disabilitas mental yang dilakukan atas permintaan keluarga berdasarkan pertimbangan ahli untuk melindungi keberlangsungan kehidupan orang tersebut bukan merupakan tindak pidana”.

Continue reading “Kontroversi Pemasangan Alat Kontrasepsi Bagi Difabel Tanpa Persetujuan Bersangkutan”

Buku Baru: Keberpihakan Media Terhadap Difabel

Selamat untuk Sasana Inklusi & Gerakan Advokasi Difabel – SIGAB Indonesia yang telah menerbitkan satu buku lagi soal “Keberpihakan Media Terhadap Difabel’.

Hadirnya buku ini menunjukkan bahwa Sigab benar-benar menyadari bahwa ‘pengetahuan adalah kekuasaan’ dan pertarungan sesungguhnya adalah pada upaya menawarkan berbagai cara ‘pemaknaan baru’ atas ‘impairment’ dan ‘disabilitas’ yang selama ini didominasi oleh cara pandang medik. Sebuah upaya kontestasi pengetahuan demi tegaknya ‘tertib sosial’ baru berbasis inklusi.

Continue reading “Buku Baru: Keberpihakan Media Terhadap Difabel”

WINDI dan Tontonan Kaum Ableist!

FAUZAN MUKRIM, kawan dari Makassar mengunggah kabar seorang anak perempuan asal Pekalongan, 26 Januari lalu. Windi, namanya. Ia lihai menarik atau menekuk garis di lembar putih membentuk beragam motif untuk desain bermacam gaun perempuan. Windi hanya punya pulpen atau pensil sehingga desainnya hanya bermotif putih dan hitam.

Banyak orang menyukai hasil torehan pena Windi. Sudah beratus lembar kertas ia menarikan pensil dengan jemari kecilnya.

Continue reading “WINDI dan Tontonan Kaum Ableist!”

Akhirnya, KPU Sulawesi Selatan Memiliki IKLAN PEMILU RAMAH DIFABEL

DALAM TALKSHOW BERSAMA KPU di salah satu saluran TV swasta pada Rabu, 24-01-2018, direktur eksekutif Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) Abd. Rahman yang lebih dikenal dengan nama Gusdur, menyarankan kepada KPU Sulawesi Selatan agar membuat sebuah iklan layanan masyarakat yang dapat diakses semua warga Sulawesi Selatan termasuk difabel.

Bagi Gusdur, hal tersebut teramat penting agar difabel juga bisa mengakses informasi mengenai tahapan menjelang pemilukada serentak pada 27 Juni 2018. Apalagi, pada pesta demokrasi sebelumnya, iklan yang pernah dibuat KPU kebanyakan belum memperhatikan perihal ke-akses-an informasi bagi difabel. Gusdur mencontohkan, acapkali KPU membuat sebuah iklan yang hanya berupa teks, yang tentunya tidak dapat diakses oleh seorang buta, atau berupa suara yang tanpa disertai teks yang menyulitkan pirsawan Tuli.

Continue reading “Akhirnya, KPU Sulawesi Selatan Memiliki IKLAN PEMILU RAMAH DIFABEL”