Kerinduan Dari Tanah Pasundan: Upaya Menanggalkan Label ‘Luar Biasa’ pada Seragam Sekolah Difabel

Oleh: Muhammad Lutfi (Alumni Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, Jawa Barat)

WhatsApp Image 2018-03-05 at 5.45.34 AM

SAYA TIDAK TAHU, apa yang menggerakkan tangan saya menyalakan laptop. Tulisan Kang Syarif pada link ini, saudara tercinta saya beberapa hari lalu, memenuhi kepala saya dengan pikiran-pikiran. Pikiran itu lalu menuntun saya menuliskan artikel pendek ini.

Ada keresahan, kekhawatiran, bahkan mungkin juga ketakutan setelah membacanya. Satu hal pasti, semua rasa itu dibungkus oleh satu kerinduan. Kerinduan akan masa-masa berjayanya almamater kami yang tercinta. Kerinduan akan masa di mana kami saling merangkai mimpi dan berbagai kerinduan-kerinduan lainnya.

Continue reading “Kerinduan Dari Tanah Pasundan: Upaya Menanggalkan Label ‘Luar Biasa’ pada Seragam Sekolah Difabel”

Tentang Sekolah yang mendidik Difabel Netra di Makassar

BEBERAPA WAKTU LALU, seorang kawan bernama Yoga Indar Dewa mengundang saya berbagi cerita dengan warga binaan Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia atau YAPTI Makassar. Yoga merupakan koordinator Asrama atau yang dulunya disebut Ketua Binaan YAPTI.

Menurut Yoga, pengalaman saya mengikuti ELTA (English Language Training Asistance) selama tiga bulan di Denpasar merupakan suatu pengalaman yang wajib hukumnya dibagi ke orang muda difabel penglihatan yang saat ini tinggal di YAPTI.

Continue reading “Tentang Sekolah yang mendidik Difabel Netra di Makassar”