Presentasi PerDIK di Simposium Pengorganisasian Rakyat, Komunitas ININNAWA.

Presentasi PerDIK pdf

Tak banyak pengorganisir rakyat mengurusi kehidupan difabel. siapa itu difabel? jika anda tak mengenal istilah itu, mungkin anda mengenal istilah lain yang lebih mainstream, orang-orang cacat. Siapa di antara pengorganisir rakyat saat ini yang mau mendalami isu mereka dan memikirkan jalan keluarnya. Dalam banyak kasus, isu ini tak menjadi perhatian pera pengorganisir rakyat. Untuk itu, difabel akhirnya memilih bergerak dengan kekuatan dirinya sendiri.

Difabel memiliki sejarah panjang stigmatisasi yang berimplikasi pada diskriminasi di seluruh sektor penghidupan masyarakat. Mulai dari penyematan beragam label yang menandakan mereka sebagai orang sakit dan tidak normal, cap miring yang mengiringi label tersebut, sampai pada pemisahan ruang aktivitas mereka yang berbasis cara padang kenormalan. Orang-orang ini, selain dianggap sakit dan tidak mampu, juga dikategorisasi sebagai abnormal.

Difabel berupaya melawannya dengan melakukan destigmatisasi baik dalam ranah pemikiran maupun kontestasi dalam kehidupan sehari-hari.

PerDIK, salah satu organisasi yang dijalankan oleh aktivis difabel di Sulawesi Selatan yang berdiri awal 2016 lalu. Organisasi gerakan ini sudah menunjukkan sejumlah tindakan yang berupaya meruntuhkan kemapanan cara pandang ‘medik’ dalam memandang difabel. Difabel bukan orang sakit, bukan pula orang tidak mampu yang hidup tanpa harapan cerah. Mereka pun bergerak mengorganisir satu demi satu difabel yang mereka temui. Tak jarang, aktivis difabel menemui orang-orang yang [baru] menjadi difabel dan menjelaskan bahwa menjadi difabel bukan akhir kehidupannya. Mereka membekali ‘kawan setara’ ini dengan beragam keterampilan teknis yang memungkinkannya bisa mandiri sebagai difabel dan melepaskan diri dari cengkaraman cara berpikir yang ‘mencacatkan’ mereka.

Saat ini, capaian mereka bersama PerDIK belum seberapa dan lagi pula, mereka tak selamanya berhasil dalam upaya kerja pengorganisasian. Masih banyak hal yang mesti dibenahi secara keorganisasian maupun kapasitas individual anggotanya.

Dalam simposium Pengorganisasian rakyat oleh Komunitas ININNAWA ini, mereka akan turut berbagi pengalaman soal apa yang sudah dan masih akan dilakukan untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat difabel.

Mari simak diskusi pengorganisasian rakyat yang sepesial ini![]

PerDIK berbagi pengalaman pengorganisasian difabel dalam SIMPOSIUM PENGORGANISASIAN RAKYAT

Tak banyak pengorganisir rakyat mengurusi kehidupan difabel. siapa itu difabel?

Jika anda tak mengenal istilah itu, mungkin anda mengenal istilah lain yang lebih mainstream, orang-orang cacat. Siapa di antara pengorganisir rakyat saat ini yang mau mendalami isu mereka dan memikirkan jalan keluarnya. Dalam banyak kasus, isu ini tak menjadi perhatian para pengorganisir rakyat. Untuk itu, difabel akhirnya memilih bergerak dengan kekuatan dirinya sendiri.

WhatsApp Image 2018-04-05 at 21.07.41

Continue reading “PerDIK berbagi pengalaman pengorganisasian difabel dalam SIMPOSIUM PENGORGANISASIAN RAKYAT”