Difabel, bukan Penyandang Difabel & Beberapa Istilah Lainnya

speak upMENGINGAT ADA SEJUMLAH jurnalis dan penulis kesulitan menggunakan istilah-istilah terkait difabel dan isu-isu disabilitas dalam pemberitaan maupun tulisannya, maka berikut kami, dari PerDIK menguraikan sejumlah istilah yang bisa digunakan dalam penulisan—misalnya penulisan press-release.

Continue reading “Difabel, bukan Penyandang Difabel & Beberapa Istilah Lainnya”

Melawan Diskriminasi Difabel, Merawat Nurani Kemanusiaan

Oleh: Muhammad Arkhan

Saya seorang Difabel kinetik, atau yang dulu dikenal dengan istilah ‘penyandang tuna daksa’. Sejak bersekolah di SD, saya sering menerima perlakuan diskriminatif di lingkungan pergaulan sekolah saya. Mereka melihat dan menganggap kaki saya, ‘kaki yang aneh’. Saya lahir di Jakarta, 19 tahun lalu.

Kedua kaki saya kecil dan ceking. Bentuk lututnya agak kotak tidak seperti orang pada umumnya. Hal itu telah membuat orang-orang memasang wajah ngeri maupun pandangan jijik saat melihat kedua kaki saya.

Continue reading “Melawan Diskriminasi Difabel, Merawat Nurani Kemanusiaan”

Cikal Bakal Lahirnya Aktivis Difabel Netra Sulawesi Selatan

Oleh: Sujono said

Mengawali tulisan ini, izinkan penulis mengulas sejarah terbentuknya sebuah organisasi difabel di Sulawesi Selatan, yakni PERTUNI. Pertuni merupakan wadah perjuangan para difabel netra hingga saat ini. Bagaimana para tokoh difabel menggerakkan roda organisasi ini dan berproses serta memulai perjuangan untuk melepaskan diri dari segala bentuk perlakuan diskriminatif yang dialaminya. Khususnya di tahun 1980-an dimana tindakan diskriminatif baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas masih lumrah terjadi. Tindakan yang disebut stigmatisasi ini berujung pada perlakuan yang amat tak adil yang sering di alami difabel.

10255921_10201063693352826_7841606063704666033_n
Sujono Said

Continue reading “Cikal Bakal Lahirnya Aktivis Difabel Netra Sulawesi Selatan”