Sesudah Problem Terbitlah Solusi: Menimbang Praktik Jurnalisme Solusi dalam Gerakan Difabel

Oleh Ishak Salim (Ketua PERDIK, Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan)

WhatsApp Image 2018-02-08 at 13.29.44

BUKU INI SEBENARNYA membicarakan dua hal, yakni kegagalan media dalam memberitakan atau menampilkan difabel secara proporsional dan tumbuhnya kesadaran difabel untuk memberitakan dirinya sendiri dengan cara yang lebih bermartabat.

Cara pandang atau perspektif dalam dunia ‘disabilitas’ memang hal yang urgen. Perspektiflah yang mengantar kita memberikan penilaian terhadap objek yang sedang kita amati. Salah satu cara pandang itu adalah cara pandang medik di mana difabel dipandang sebagai seseorang yang memiliki permasalahan atau disfungsi pada tubuh, pikiran dan mentalnya. Permasalahan ini, yang kemudian disebut ‘kondisi sakit’ dan orangnya menjadi pasien bagi kalangan medik harus disembuhkan, direhabilitasi, dan kemudian dinormalkan sedemikian rupa dengan berbagai tenaga medik, psikiater, psikolog, alat bantu kesehatan, kurikulum, desain fisik dan lingkungan penormalan.

Continue reading “Sesudah Problem Terbitlah Solusi: Menimbang Praktik Jurnalisme Solusi dalam Gerakan Difabel”

Perlunya Aksi Massa Difabel di Indonesia

Oleh: Muhammad Arkhan

504 SIT IN ADALAH PERISTIWA DEMONSTRASI BESAR-BESARAN yang melibatkan ratusan Difabel di berbagai cabang kantor  departemen Health, Education, and Welfare, HEW (Departemen Kesehatan, pendidikan, dan Kesejahteraan)  Di Amerika Serikat yang terjadi pada tanggal 05 April 1977.

Protes paling lama dan sukses terjadi di cabang kantor departemen HEW di kota San Fransisco yang dipimpin oleh Judy Heumann. Continue reading “Perlunya Aksi Massa Difabel di Indonesia”