18 Maret 2020, virus Corona mulai teridentifikasi masuk Sulawesi Selatan. Itu berdasarkan temuan medik, boleh jadi sudah ada sebelum akhirnya ada temuan. Jadi, menurut kajian ilmiah dari Unhas, jika pandemi covid19 tidak ditangani di Sulawesi Selatan, maka ratusan ribu orang akan terinfeksi virus Corona dan puluhan ribu bisa jadi berakhir dengan kematian.

“tanpa ada intervensi yang tegas dan cepat, jumlah kasus positif di Sulsel dapat mencapai 143.390 orang, dimana puncak pandemi akan terjadi pada bulan Mei. Hal ini perlu menjadi perhatian serius”. Demikian petikan kesimpulan riset ini.

Tak berselang lama setelah Covid19 masuk, pemerintah dan sejumlah pihak menghimbau agar warga mulai menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan pertemuan dalam jumlah banyak orang. Sekolah lalu diliburkan, kantor pemerintah dan swasta dibatasi jam kerja, shalat berjamaah khususnya Jumat tidak diserukan, waktu perdagangan dibatasi, dan pola hidup bersih dan sehat gencar dilanjutkan.

Berbagai kebijakan ini kemudian diikuti banyak orang. Perilaku individu dan kelompok mulai berubah dan gesekan pemikiran bahkan sosial pun mulai tampak. Orang yang bekerja di sektor informal lebih dulu merasakan dampaknya. Berjualan kurang pembeli, jaga parkir kurang kegiatna berkumpul, mau memijat orang takut bersentuhan, berjualan di sekolah dan kantor-kantor tak ada siswa, guru maupun pegawai hadir. Pendapatan berkurang dan simpanan (jika ada) diambil sedikit demi sedikit membeli kebutuhan pokok.

Di sejumlah tempat, khususnya di desa, arus balik perantau terjadi. Orang-orang rantau yang kehilangan pekerjaan di negeri seberang pulang kampung dan menambah beban ekonomi yang tiba-tiba. Pendeknya, dampak covid19 mulai semakin terasa.

Di PerDIK, sejak awal kami memutuskan merespon dengan cepat terjadinya pandemi ini. Kami tahu, orang tua adalah orang yang paling rentan mendapatkan dampak, dan orang tua dengan disabilitas jauh lebih rentan lagi. Kami mengundang anda berdonasi dan kami pastikan akan menyampaikan donasi itu berupa sembako.

Kami juga tahu bahwa pada akhirnya pemerintah akan membantu yang paling terdampak, tetapi seperti kebiasaan pemerintah kita, akan ada proses birokrasi yang berliku dan menyulitkan respon cepat dilakukan. Sampai saat ini, setelah hampir sebulan, apakah bantuan atau jaring pengaman sosial sudah berjalan. Tunggulah, sedikit lagi. Data akurat, juklak juknis, dasar kebijakan, tenaga pembagi dan segala urusan lain masih diupayakan segera beres.

Tapi orang miskin dan kelompok rentan lainnya tak bisa menunggu lebih lama. Tak ada dana cadangan di rumah dan pekerjaan sehari-hari untuk uang 50 sampai seratus ribu tak lagi mudah diperoleh. Bahkan untuk bilangan 20 ribu sehari sudah demikian terasa beratnya. Sementara tanggungan di rumah, anak-anak dan orang tua lanjut usia menanti pasrah penuh harap dari ayah atau ibu yang keluar rumah mencari penghasilan.

Donasi Anda bisa menutupi celah rumit ini, sambil menunggu pemerintah beres dengan urusan administrasinya dan memudahkan hidup orang-orang yang menghadapi kesulitan setiap hari.

One thought on “Donasi Kita dan Lambannya Birokrasi Mengurangi Kesulitan Keluarga Rentan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.