Tulisan ini merupakan salah satu tulisan yang ada dalam buku Laporan Asesmen Cepat Dampak Covid-19 terhadap Difabal. Silakan download bukunya di sini

Oleh Nur Syarif Ramadhan, PerDIK

BERDASARKAN TEMUAN MEDIK, virus Corona mulai teridentifikasi masuk Sulawesi Selatan pada 18 maret 2020. Tak berselang lama setelah Covid19 masuk, pemerintah dan sejumlah pihak menghimbau agar warga mulai menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan pertemuan dalam jumlah banyak orang. Sekolah lalu diliburkan, kantor pemerintah dan swasta dibatasi jam kerjanya, shalat berjamaah khususnya Jumat tidak diserukan, waktu perdagangan dibatasi, dan pola hidup bersih dan sehat gencar disuarakan.

Berbagai Macam kebijakan ini pun diikuti banyak orang, yang kemudian berdampak pada perekonomian masyarakat. Difabel yang bekerja di sektor informal turut  merasakan dampaknya. difabel yang berjualan kurang mendapat pembeli, difabel netra yang bekerja sebagai pemijit nyaris sudah tidak dapat pelanggan karena orang-orang takut bersentuhan, difabel yang tiap harinya bertugas menjaga parkir tidak memperoleh pendapatan karena pelarangan kegiatan berkumpul.

kelompok disabilitas bergerak membantu yang terpapar (Foto Pelopor Penyandang Disabilitas Situbondo, PPDiS)

Lambannya peranan pemerintah dalam merespon hal ini memicu munculnya berbagai macam inisiatif dari organisasi difabel untuk merenggankan beban difabel yang betul-betul terdampak. Pertuni membuka donasi dan telah menyalurkan  paket sembako pada seratusan  keluarga tunanetra yang bermukim di kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Mereka juga menyelanggarakan penyuluhan secara daring untuk mengedukasi anggotanya mengenai covid-19. Kegiatan penghhimpunan  donasi  dan pendistribusian ke keluarga difabel yang terdampak covid 19 juga dilakukan oleh gerkatin Sulawesi Selatan dan kota Makassar dan Perhimpunan Mandiri Kusta Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Di bulukumba, Perkumpulan Penyandang Disabilitas yang dinahkodai Suherman Ria dan anggotanya aktif mendata dan berkunjung ke rumah-rumah difabel, melaporkan  pada kalayak jika ada difabel yang diabaikan pemerintah setempat dan berusaha agar difabel tersebut bisa diperhatikan. Aksi tersebut mendorong beberapa dermawan dan badan amil zakat nasional Bulukumba turun tangan.

Di PerDIK, sejak awal kami memutuskan merespon dengan cepat terjadinya pandemi ini. Kami tahu, orang tua adalah orang yang paling rentan mendapatkan dampak, dan orang tua dengan disabilitas jauh lebih rentan lagi.

Kami mengorganisir potensi dukungan publik  untuk membantu Difabel Lanjut Usia. Banyak dermawan maupun institusi yang berdonasi baik berupa uang tunai, paket sembako maupun alat-alat kesehatan. Ada juga donasi yang datang dari kelompok difabel seperti Masker yang dibuat oleh difabel kinetik yang kesehariannya berprofesi sebagai penjahit.

Kami selanjutnya membelanjakan barang, mengemas donasi sampai pada mendistribusikan hingga ke rumah-rumah orang tua kita penyandang disabilitas/difabel di Makassar dan Gowa (dua wilayah merah yang menerapkan PSBB).

Hingga saat ini, sudah terdapat sekitar 203  Rumah tangga difabel lanjut usia, dengan beragam disabilitas (plus 10 mahasiswa difabel yang kuliah di Makassar). Kami, dalam proses distribusi ini bekerja sama dengan Pengurus Pertuni Sulawesi Selatan, Gerkatin Sulawesi Selatan, Gerkatin Kota Makassar, PerMaTA Kota Makassar, dan Difabel Community of Gowa (DC Gowa).

Selain itu, kami juga menyasar sejumlah penerima sasaran khusus, seperti Seorang Difabel Netra yang saat itu sedang proses PDP–dengan status negatif Corona. Kemudian seorang difabel di Mamuju (Sulawesi Barat) yang kami anggap emergency karena keluarganya sedang isolasi mandiri, dan sejumlah mahasiswa difabel di Makassar yang berasal dari daerah luar Makassar[].

One thought on “Difabel Bergerak Dan Menjangkau Yang Terpapar

  1. Terlepas dr hiruk pikuk pandemi corona kt wajib mendorong memastikan ksbijakan pemerintah yg berpihak kepd penyandang difabel mengingat msh difabel yg sama skl tdk tersentuh bantuan, agar pemerintah memahami hak hak dasar difabel agar di kemudian hr jk.terjadi kedaruratan spt ini dpt cepat tertangani dgn cepathal2 dan tepat

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.