Ishak Salim
Ketua Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan

Saat ini, saya dan Ida Arianti Said sedang memandu 7 peneliti kecil dalam keluarga. Sejak 2 Juli lalu, saat istri menyampaikan gagasan ini dalam group WhatsApp keluarga, kami bersepakat dan siap memulai. Melalui video berdurasi 7 menit, kami menyampaikan teknis meneliti dan menulis kisah pendek. Dari 13 cucu nenek, 7 tertarik ikut. Dua yang paling dewasa tak berminat, dua cucu yang sedang studi di SMK Sukabumi dan tak leluasa berkomunikasi online karena aturan sekolah tak berkabar, seorang acuh sama sekali dan dua cucu paling bungsu, jelas tak memungkinkan terlibat.

Kami menetapkan waktu singkat, 4 hari pertama melakukan riset atau wawancara informan, 6 hari berikutnya mentranskrip dan menulis, 2 hari kemudian finalisasi tulisan, dan setelah itu puncaknya adalah bercerita di tengah keluarga kaka, adik, om, tante dan nenek.

Karena langsung direspon cepat, kuliah singkat pun kugelar tanpa persiapan. Saya hanya sempat memikirkan tahapan meriset dan menulis cerita ini, yakni brainstorming, merencanakan riset, meneliti, menuliskan temuan dan presentasi. Saya tak ingin membayangkan kerumitannya, lakukan saja. Hal semacam ini sudah sering kulakukan, bedanya saat ini adalah dalam keluarga dan dengan anak-anak pra-remaja dan remaja awal.

Brainstorming:

Ini fase awal, obral-obrol lepas soal siapa calon informan, bagaimana mempersiapkan diri, termasuk apakah merasa bisa atau tidak dan seterusnya. Brainstorming akan membawa kita melihat beragam kemungkinan untuk meriset dan setelah itu memutuskan akan meriset apa.

Di fase inilah Mutiara (kelas 6 SD) memutuskan meriset masa kecil Nenek Suri Said (Lahir 1942), Arrayyan (Kelas 3 SMP) meniti masa kanak-kanak dan remaja ayahnya (saya), dan Fiqa (kelas 5) meneliti Dato’ nya di usia kanak-kanak (lahir pada 1950), Umar (Kelas 3 SMP) meneliti masa kecil ibunya, Usman (Kelas 1 SMP) meneliti masak kecil bapaknya, Zain (Kelas 2 SMA) meneliti masa sekolah ibunya, Zaki (semester 2 UNM) meneliti masa kerja sebelum pensiun Dato’nya dan ikut pula turut meramaikan, Ida Arianti Said meneliti kakaknya. Brainstorming ini kami lakukan melalui obrolan zoom yang akses bagi semua.

Merencanakan Riset:

Setelah memutuskan tema riset, saya memandu mereka melanjutkan dengan menanyakan beberapa hal terkait tema riset mereka. Misalnya:

“Hal apa yang saya sudah tahu tentang informan dan ingin saya sampaikan ke pembaca?”
“Apa yang belum saya tahu dan akan saya pelajari?”
Setelah itu, saya memperkenalkan model bertanya dengan formula 5W + 1H yang dalam bahasa Iyyan rupanya lebih mudah diingat, yakni “ADIK SIMBA” (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa dan BAgaimana). Saya tertawa dengan istilah ini. Betul-betul lebih nyambung dengan mereka ketimbang 5 W: Wapa, Wiapa, Wapan, Wengapa, Wimana dan 1 H: Hagaimana hehehe.

Kami mulai melakukan kategorisasi untuk menemukan gagasan utama (main ideas). Setelah gagasan utama tersedia buatlah pertanyaan riset. Sesederhana mungkin, jangan membayangkan hal sulit dalam fase belajar ini. Misalnya, saya ingin meneliti nenek, spesifik pada masa kecil nenek. Maka kategori yang ingin diketahui: “siapa nenek, di mana nenek lahir dan tumbuh di masa kanak-kanak dan remaja, apa yang nenek
lakukan di masa kecil dan bagaimana nenek di masa kanak-kanak, di sekolah dan di rumah, nenek waktu kecil punya kebiasaan apa, suka makan apa, suka main apa, suka pakai baju apa, dst.

Setelah itu, mulai menyiapkan pertanyaan asumtif, semisal apa saja yang saya sudah tahu tentang nenek (karena tentu nenek sudah pernah menceritakan masa kecilnya), apa yang saya asumsikan tentang masa kecil nenek: misalnya hidup di jaman perang, sekolah di sekolah rakyat, menulis dengan batu tulis, dll. Kemudian pertanyaan yang benar-benar terkait dengan hal-hal yang belum dan ingin diketahui tentang nenek.

Selain informan kunci, perlu menimbang informan lain atau sumber informasi lainnya, semisal cari tahu di internet suasana dari tempat tertentu di mana nenek hidup. Misalnya saat Tiara mendapatkan nama kapal penumpang jaman kolonial yang ditumpangi nenek yakni KMP yang artinya Koninklijke Paketvaart Maatschappij yang menurut wikipedia baru dinasionalisasi pada 1957. Juga menelusuri siapa informan lain yang nantinya akan diwawancarai yang mengetahui masa kecil nenek. Serta cari tahu sumber-sumber informasi lainnya, misalnya terkait foto masa kecil nenek, dokumen sekolah, dst.

Meneliti:

Meneliti adalah menemukan informasi terkait pertanyaan penelitian. Ketujuh peneliti cilik ini menyampaikan pertanyaan-pertanyaannya dan saya mereview seperlunya. Setidaknya proses review memberitahukan ke mereka bahwa proses riset berjalan dengan supervisi yang nyata adanya.

Dalam riset ini, kategorisasi yang telah dibuat dapat memandu proses wawancara atau mencari informasi yang dibutuhkan. Proses wawancara pun berlangsung dan setiap peneliti menyampaikan bukti wawancara berupa foto saat wawancara berlangsung. Selain wawancara, saya juga mewanti-wanti agar menelusuri dokumen pribadi infoeman yang mungkin tersedia: foto, dokumen sekolah, surat-surat, dst) untuk menambah informasi. Tetap gunakan panduan atau rencana penelitian yang sudah dituliskan tadi. Dalam proses wawancara, saya menekankan betul mereka agar melakukan perekaman dan membuat transkripnya.

Menulis temuan:

Pertama buatlah rencana penulisan dengan kerangka: pendahuluan, isi, dan penutup. Saya mencoba mengungkapkan tulisan hasil riset sesederhana mungkin. Tulisan diawali dengan menulis pembukaan. Pembukaan berisi mengenai apa yang ingin kita sampaikan ke pembaca. Misalnya:

“Tahukah kamu, bahwa nenek lahir dan tumbuh di masa kanak-kanaknya di suatu desa dalam suasana perang? Bagaimana nenek menikmati masa kecilnya, bagaimana nenek bersekolah dan bermain dengan teman-temannya dan bagaimana nenek di rumah? Tulisan ini akan menyampaikan hal-hal menarik di masa kecil nenek.

Bagian kedua adalah heading tulisan. Menulis laporan riset gunakanlah kalimatmu sendiri, jangan pakai kalimat dari sumber informasimu misalnya menuliskan saja semua yang sudah diceritakan. Atau memasukkan informasi seutuhnya dari internet tanpa informasi soal pengutipan. Heading tulisan berisi poin-poin yang sudah menjadi rencana penelitian dan kemudian sudah ditanyakan ke informan dan mencari informasinya melalui internet. Semua jawaban yang sudah diberikan kemudian dituliskan. Setelah menuliskan heading, buatlah kalimat penutup.

Kalimat penutup berisi kesimpulan dari penelitian. Misalnya saya telah melakukan penelitian terhadap nenek, menurut saya nenek memiliki pengalaman masa kecil menyenangkan karena a, b, c, dan untuk itu saya ingin mengikuti saran-saran nenek begini dan begitu. Setelah itu pikirkan judul tulisanmu lalu kumpulkan.

Saat catatan ini kutulis, proses pemeriksaan tulisan sudah berjalan. Semuanya sudah memperlihatkan transkrip wawancara dan beberapa sudah menyetor tulisan pembukaan dan bahkan sudah beberapa yang telah rampung hingga penutup. Saya mereview semua tulisan dan meminta mereka menambahkan data yang diperlukan. Wawancara kembali pasti terjadi dan jangan lupa, jika tulisan sudah dirasa cukup, carilah dokumen pribadi dan fotolah dengan seijin mereka.

Presentasi Temuan Riset

Baru saja, saya menulis pesan di group WhatsApp keluarga begini:

“Buat yang sudah rampung tulisannya secara utuh (Pembukaan, isi dan penutup), silakan siapkan bahan presentasi untuk bercerita di Malino di waktu yang belum ditentukan (semoga dalam waktu dekat–tunggu ketua panitia Ida Arianti Said mengurusnya).

Bahan presentasi tidak harus dengan slide ya, boleh juga dengan cara lain yang kreatif: misalnya buat drama, video, cerita melalui boks/kardus/kubus, cerita boneka dll. Silakan pikir sendiri ya. Bisa juga ini dikerja perkelompok atau bersama sekaligus. Kalau butuh teman mengobrolkan gagasan presentasi nanti, silakan hubungi ayah dan bunda.

Dalam bayangan kami berdua, jika tulisan ini benar-benar rampung, lengkap dengan dokumen pelengkapnya, maka kami akan melayout dan mencetaknya jadi buku, buku keluarga. Semoga![]

Saat diskusi via zoom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.