Oleh Nur Syarif Ramadhan (Peneliti PerDIK)

Dalam kontes pemilu, setuju atau tidak, adalah kontes warga negara untuk berpolitik. Kenapa difabel penting untuk ikut serta dalam proses berpolitik? Karena politik itu mempengaruhi pikiran banyak orang. Seperti dalam pemilihan kepala daerah, dalam hal ini wali kota dan Bupati itu akan menjadi penentu bagaimana pemerintah menjalankan fungsihnya dalam satu periode mendatang.

Dosen prodi ilmu politik Universitas Teknologi Sulawesi (UTS), Ishak Salim, dalam diskusi inklusif pilkada Makassar yang diselenggarakan oleh Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) dan Komisi Pemilihan Umum kota Makassar (02-09-2020), menyampaikan bahwa, selama ini, banyak praktik pencacatan dilakukan lembaga layanan publik terhadap difabel. Ini terjadi karena banyaknya desain-desain sosial yang dibuat negara yang dibuat tidak ramah difabel.

Dalam konteks pemilihan umum misalnya, Ishak mencontohkan bahwa tidak tersedianya template bagi difabel visual/penglihatan merupakan bentuk pencacatan yang dilakukan penyelenggara pemilu karena menidakmampukan pemilih buta untuk menyalurkan haknya sebagaimana asas kepemiluan. begitupula dengan tidak tersedianya ram atau bidang miring bagi pengguna kursi roda, ataukah juru bahasa isyarat bagi Tuli.

Aspek lain dimana difabel masih belum banyak dilirik yakni hak untuk dipilih dalam pemilu. Dalam penyelenggaran pesta demokrasi yang lalu-lalu, masih sangat jarang ditemui sosok difabel yang menjadi kontestan.

“Dalam beberapa contoh kasus itu sudah lumayan tampak, di mana ada beberapa kawan difabel yang mencalonkan diri untuk menjadi anggota legislatif. Bahkan salah satu yang mendapat suara ttertinggi lalu adalah Andi Takdir, di Bone, itu mendapatkan suara yang cukup signifikan walaupun masih kalah.” Papar Ishak.

Komisioner KPU Makassar, Endang menyampaikan bahwa untuk menciptakan pemilukada yang inklusif, KPU tentu tidak bisa bekerja sendiri. dia menyatakan perlu kolaborasi antara penyelenggara pemilu beserta sejumlah organisasi difabel, mengingat beragamnya kebutuhan tiap-tiap ragam difabel yang perlu diakomodasi.

“maka dari itu, kami dalam hal ini KPU sangat terbuka dengan saran-saran ataupun masukan dari teman-teman demi terwujudnya pemilukada kota Makassar Inklusif 2020.” jelas Endang.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum yang baru, Haidir, yang juga turut serta dalam diskusi tersebet, yang lembaganya mempunyai pengalaman dalam melakukan pengawasan pemilukada, berharap agar baik pelaksana pemilu maupun organisasi difabel, dapat aktif saling mengingatkan apabila ada temuan-temuan yang didapatkan selama proses pemilukada ini berlangsung.

“Sangat baik sebenarnya jika ada difabel yang bisa ikut partisipasi baik itu dalam rekrutmen panitia pelaksana pemilu, dan KPU harus mengakomodasi itu.” jelas Haidir.

Dari organisasi Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin Sulawesi Selatan), Ramla mengungkapkan kalau dia siap membantu KPU khususnya dalam mengakomodasi hak Tuli dalam pemilu. Kelompok Tuli merupakan salah satu komunitas yang termasuk sulit memperoleh kepemiluan yang aksesibel. Maka dari itu, mereka siap dihubungi apabila misalnya KPU butuh bantuan dalam hal juru bahasa isyarat.

Rahman Gusdur dari PerDIK menyampaikan kalau PerDIK akan selalu memantau proses pilkada kota Makassar 2020, dan akan selalu menyuarakan jika dalam prosesnya nanti, terdapat banyak pelanggaran yang menghambat partisipasi pemilih difabel saat akan menyalurkan hak pilihnya. Rahman menyampaikan bahwa diskusi hari itu telah memberikan masukan yang kaya bagi penyelenggara pemilu, tinggal sekarang apakah KPU mau menjalankannya atau tidak[*]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.