Lima tahun belakangan, aktivis dan pengorganisir difabel Sigab, bekerja membangun imajinasi desa inklusi. Mereka bergerak dengan pemikiran yang menggerakkan perlawanan difabel.

Pemikiran itu tumbuh saat ia ditanam dan berkembang saat ia dirawat, lalu menyegarkan atau menyehatkan saat ia dinikmati.

Pemikiran para aktivis difabel bergerak menantang pemikiran lain yang bertahun-tahun telah mendiskreditkan difabel. Kami menyadari ada yang salah dari cara berpikir lama dan telah mengorbankan hakikat kemanusiaan.

Sungguh, kita harus terus bergerak dan berpikir karena kejumudan pikiran akan terus membangun benteng kebodohan di sisi yang lain. Jika tak melawan, kita hanya akan jadi budak pemikiran yang berkarat tanpa karya.

Tanpa pengetahuan, kita sulit menanam kebaikan dan tak punya harapan memanen masa depan yang inklusif.

Lima tahun bekerja, kami merasa perlu membagi pengetahuan yang kami usung dan tumbuh kembangkan. Buku yang kami bagi ini adalah sebagian dari limpahan pengetahuan itu. Kami tau, buku sesungguhnya ada jejaknya di desa-desa, mengalir dari obrolan yang kita alirkan setiap hari bersama orang-orang.

Bacalah, Geraklah, lalu Tulislah.

Terima kasih untuk menerima, membaca, menyebarkan dan mengamalkan pengetahuan ini.

Salam desa Inklus!

Download buku di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.