PROFIL PerDIK | Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (Bahasa Indonesia) (English Version)

Nama PerDIK digunakan sejak berdiri pada 11 Juni 2016 di Kota Makassar. Status hukum PerDIK  tercatat pada  Badan Hukum Organisasi (Nomor Registrasi) melalui Akta Lembaga Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), tanggal 27 Januari 2017 Nomor 05 atas nama Notaris Dewi Ardiana Dahlan, SH., M.Kn.

Ketua   Pergerakan      : Ishak Salim, (Kandidat Doktor)

Direktur Eksekutif     : Abd. Rahman, S.Pd (Difabel Netra)

Nomor HP dan E-mail Direktur 082396584550,

email: kakrahman11@yahoo.com

Alamat PerDIK:

Kompleks Dosen UNM. Jln. Pendidikan 1 Blok B5 No. 8
Makassar 90222 Indonesia

No. Telpon dan E-mail Organisasi: (0411) 862331 – 08124106722

perdiksulsel@gmail.com

Akun Facebook Organisasi   : @bp.perdik

Twitter Organisasi                : @media_perdik

Website Organisasi               : www.ekspedisidifabel.wordpress.com

Visi dan Misi Organisasi

Visi

Kami meyakini, bahwa ketidakadilan terhadap difabel merupakan inti atau akar dari semua permasalahan pengabaian mayoritas difabel di berbagai sektor kehidupan. Perlakuan tidak adil ini banyak didasarkan oleh cara pandang hegemonik medik (kesehatan) dalam memaknai diri atau tubuh seseorang yang kami sebut Politik Pencacatan. Akibatnya, cara pandang tersebut telah menyuburkan praktik keliru atau STIGMATISASI atas difabel. Stigma ini merupakan serangkaian proses yang mencakup: [1] labelisasi kecacatan, [2] stereotifikasi ketidakmampuan, [3] pemisahan berbasis kenormalan, dan [4] pengabaian hak-hak difabel.

Untuk melawan ketidakadilan tersebut, maka PerDIK mengambil peran menggerakkan kerja DESTIGMATISASI dan Pemberdayaan Politik Difabel di Indonesia. Destigmatisasi merupakan proses menanggalkan label kecacatan dalam diri disabilitas, melepaskan cap miring ‘sakit’ dan ‘tidak mampu’ atas diri difabel, merubuhkan benteng segregasi, dan menghapuskan praktik diskriminasi atas difabel.

Upaya destigmatisasi ini akan ditempuh dengan menggunakan skema pemberdayaan politk (empowerment) bagi difabel, atau kelompok difabel. Pemberdayaan akan diawali dengan menelaah aspek internal guna membangun kesadaran akan identitas kedifabelannya (power in), kapasitas teknis atau keterampilan individunya (power to), kemampuan bekerjasama, beraliansi dan berjejaring (power with) sampai kepada kemandirian difabel yang maksimal.

Misi

Sesuai visi pendiriannya, maka PERDIK mengembangkan misi sebagai berikut:

  • Melakukan penelitian atau kajian-kajian kritis sebagai dasar gerakan untuk menilai konteks yang dihadapi difabel dan jalan keluar berjangka pendek maupun panjang.
  • Melakukan penguatan dan pengembangan berbagai organisasi difabel tempatan untuk mandiri dan berkontribusi melakukan transformasi sosial;
  • Menyelenggarakan proses-proses pendidikan kritis bagi difabel dalam rangka mendorong pertumbuhan gerakan transformasi sosial;
  • Melaksanakan koordinasi dan mengembangkan jaringan dan kerjasama dengan berbagai fihak jaringan, dalam rangka menciptakan sinergi mendorong gerakan sosial menuju kesetaraan & kesejahteraan rakyat.

Pengalaman organisasi dalam program inklusi disabilitas

  1. Membangun kesadaran kritis difabel/mitra Perdik melalui diskusi rutin & publikasi ke publik melalui media PerDIK. ekspedisidifabel.wordpress.com . Sejak akhir 2016 media ini terbit dan di tahun pertama (2017) PerDIK menerbitkan satu buku berjudul ‘Perlawanan Difabel Sehari-hari’ yang merupakan kumpulan tulisan terkait isu-isu disabilitas (dalam bentuk hardcopy dan softcopy). Untuk soft copy, PerDIK membagikan secara gratis.
  2. Membangun kapasitas Orang muda difabel (dan orang muda dari organisasi yang konsern pada isu difabel), di mana PerDIK pernah membuat pelatihan Youth for Equality dengan bekerjasama dengan Kemenpora RI (2018).
  3. Mengembangkan kerjasama dalam mengampanyekan dan mengarusutamakan perspektif difabilitas ke berbagai pihak baik pemerintah maupun non-pemerintah. PerDIK melaksanakan diskusi rutin bulanan.
  4. Sudah terbangun kerjasama dengan Universitas Teknologi Sulawesi (UTS) untuk merintis Pusat Studi dan Layanan Disabilitas. Saat ini dalam proses membangun kerjasama dengan Tim Dosen Muda Universitas Hasanuddin untuk mengarusutamakan pendekatan inklusif dalam pendidikan di universitas.
  5. Bekerjasama dengan sejumlah organisasi yang peduli pada isu disabilitas baik di Indonesia maupun dengan pihak lain secara internasional. Seperti Kerjasama dengan KPU Daerah (2016 – 2018), Pemda Bulukumba (2018), SIGAB (2016 – 2018), OHANA (2017-2918), ISJN – SJYC (2018), LBH Makassar (pelatihan Paralegal).
  6. Merespon cepat setiap informasi pelanggaran hak difabel baik yang diterima melalui media massa maupun laporan dari difabel sendiri melalui Program Advokasi dan Pengorganisasian Difabel (PerDIK memiliki Tim Paralegal dan seorang Pengacara) saat ini sudah mendampingi beberapa kasus.
  7. Berhasil Melakukan Ekspedisi Difabel Menembus Batas 2016 (mencapai Gunung Latimojong 3478 mdpl tertinggi ke-5 di Indonesia) dan 2017 (mencapai Puncak Gunung Sesean di Tana Toraja).
  8. Mengembangkan Pustakabilitas, yakni perpustakaan yang menyediakan literatur kajian disabilitas dan pelatihan-pelatihan literasi untuk kaum muda khususnya difabel (2017 – sekarang).
  9. Membentuk Tim Relawan Kemanusiaan (TRK) Inklusi merespon bencana alam Sulawesi Tengag (2018)
  10. Dan lain-lain.[]

Adapun beberapa organisasi yang pernah atau sedang bekerjasama dengan PerDIK adalah:

  1. SIGAB Yogyakarta
  2. OHANA Yogyakarta
  3. LBH Makassar
  4. Komunitas Ininnawa
  5. ISJN (Indonesia Social Justice Network)
  6. FKBS (Forum Kampung Bahasa Sulawesi)
  7. Universitas Teknologi Sulawesi (UTS)
  8. I-News
  9. Komunitas Sikolong (Pohon Pustaka)
  10. Pustaka Bergerak (PB)
  11. PSBDW
  12. Kemenpora RI
  13. KPU Takalar
  14. KPU Makassar
  15. Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan
  16. Pemkab Enrekang
  17. DPRD Kab, Enrekang
  18. Pemkab Bulukumba
  19. Tanete Institute (TANI)
  20. PerDIK Enrekang
  21. PPDI Enrekang
  22. PPDI Kabupaten Bulukumba
  23. PPDI Sulawesi Tengah (TRK Inklusi)
  24. HWDI Sulawesi Tengah (TRK Inklusi)
  25. LPA (Lembaga Pencinta ALAM: Mapala UMI, Korpala Unhas, Bongkar Adventure, Damkar Kota Makssar, dll)